Stres, Suntuk, Bad Mood? Coba Atasi dengan Mandi HutanStres, Suntuk, Bad Mood? Coba Atasi dengan Mandi Hutan

mandi hutan

Mandi bola, mandi uap, mandi hujan atau bahkan mandi pakai air, mungkin sudah sangat lazim didengar atau dilakukan, terlebih yang paling akhir tersebut, namun bagaimana dengan mandi hutan dalam Bahasa Inggris dikenal dengan nama forest bathing? Tentunya masih terdengar aneh dan janggal, bukan?

Nah, mandi hutan ini sebuah terapi alami yang berasal dari Jepang yang mana dikenal dengan nama shinrin-yoku. Mandi hutan ini bukan berarti seseorang akan diguyur puluhan atau bahkan ratusan dahan pohon dari hutan, melainkan hanya kiasan belaka sebagai terapi khusus untuk mengatasi kepenatan dan rasa capek akan aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang hidup dan bekerja di perkotaan.

Kenapa disebut dengan mandi hutan yang mana terasa janggal dan aneh? Alasannya adalah terapi ini adalah mengambil tempat hutan sebagai lokasi utama dan mengombinasikannya dengan aktivitas outdoor, seperti berjalan-jalan, berlari-lari, olahraga dan lain sebagainya.

Dengan mendapatkan kesejukan dan juga aroma tanah, pepohonan dan segala hal yang ada di hutan, maka dipercayai dapat membantu fisik dan mental seseorang untuk kembali segar. Jadi dapat dikatakan bahwa shinrin-yoku merupakan gabungan antara rekreasi dan terapi dengan lokasi di hutan.

Mandi hutan sendiri merupakan terapi khusus yang benar-benar asli dari Jepang dan mulai dipopulerkan sejak tahun 1980-an dan lebih dikenal dengan istilah terapi alam. Pada tahun 2016 lalu, sempat ada perkumpulan yang mengambil tempat di berbagai provinsi di Jepang dengan tajuk acara “60 Forest Therapy Camps.”

Menurut beberapa penelitian, shinrin-yoku adalah salah satu cara paling efektif dalam melawan dan menurunkan tingkat stres, kadar koleksterol, kecemasan, tekanan darah mengurangi rasa sakit pada kepala, membersihkan rongga jantung dari radikal bebas, membantu seseorang lebih mudah berkonsentrasi dan juga meningkatkan sistem imun tubuh.

Dalam penelitian lain yang sempat diulas di New York Times pada bulan Juli 2010 lalu menyebutkan bahwa seseorang yang lebih sering meluangkan waktunya di hutan atau di daerah yang penuh dengan pepohonan akan lebih tinggi tingkat kesehatannya daripada orang yang terus-terusan berada di dalam ruangan atau di rumah.

Para peneliti meyakini bahwa tanaman dan pepohonan memiliki substansi emisi khusus yang menyegarkan sekaligus menenangkan dan disebut dengan istilah phytoncide. Substansi emisi khusus ini sebenarnya diproduksi tanaman dan tumbuh-tumbuhan untuk membantunya mengusir dan melindungi diri dari serangan hama serta serangga, namun justru menyehatkan bagi manusia.

Sekarang ini sudah banyak perkumpulan yang kerap melakukan mandi hutan terbentuk di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Tidak banyak peraturan yang diberlakukan oleh setiap perkumpulan ini, hanya saja ada satu hal yang kerap ditekankan agar ditaati oleh setiap anggotanya, yaitu ketika melakukan mandi hutan, disarankan agar tidak mengaktifkan apalagi terkoneksi dengan segala macam gadget, termasuk smartphone.

Hal itu diambil agar semua orang dapat benar-benar menikmati bagaimana kembali menjadi seorang manusia tanpa harus terbelenggu oleh teknologi dan juga agar dapat beraktivitas sekaligus mendapatkan benefit yang diberikan alam sekitar, dalam hal ini adalah hutan.

Selain berolahraga, berjalan-jalan atau berlari, banyak aktivitas yang dapat dilakukan sembari melakukan mandi hutan, seperti melakukan yoga, berkemah, observasi dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *