Advertisements

Pasti sudah teman tahukan kalu pada umumnya masalah kulit stretchmark ini selalu diributkan oleh kaum hawa, karena keberadaannya membuat tak nyaman untuk dipandang. Menurunkan tingkat kepercayaan diri, atau bahkan dapat membuat murung penderitanya. Namun ternyata oh ternyata stretchmark tak hanya untuk kaum wanita lho, permasalahan kulit ini juga bisa muncul pada kaum adam lho guys, tapi jika kita lihat sepertinya banyak laki-laki yang kurang memperhatikan hal ini dengan seksama. Terganggu pasti tetapi tak menjadi sebuah masalah besar, toh tutup dengan pakaian panjang saja sudah hilang tanpa harus repot-repot melakukan berbagai hal.

Stretchmark Bisa Muncul Pada Pria?

Medis menamai stretchmark dengan striae distensae ialah garis-garis halus juga panjang yang muncul di kulit ketika meregang atau menyusut secara mendadak atau dalam jangka waktu singkat, pada saat elastisitas kulit diuji maka kolagen bisa pecah samapi lapisan tengah kulit atau dikenal dengan dermis menjadi robek. Hasilnya terbitlah garis-garis halus pada lapisan teratas dari kulit alias epidermis, stretchmark pada pria maupun wanita pada dasarnya sama saja.

Garis-garis bisa muncul pada beberapa bagian tubuh seperti betis, paha bagian dalam(dekat selakangan), bokong/pantat, perut(paling sering terjadi pada penderita obesitas), pinggul, punggung, bahkan bahu. Tentunya tubuh wanita juga pria sama-sama memiliki lapisan kulit yang sama, sehingga jika terjadi perubahan mendadak pada kulit sama seperti tissue yang ditarik dari kedua sisi maka sobek di tengah secara tidak tertata tidak dapat dihindarkan.

Garis-garis ini tak langsung timbul sangat nampak mata, namun juga ada fasenya. Pertama akan muncul garis-garis dengan warna merah atau ungu, biasanya juga dibarengi dengan rasa gatal pada bagian tersebut. Selama berjalannya waktu strechmark akhirnya berubah warna menjadi putih atau tak berwarna juga tampak lebih rendah dari pada kulit di sekitarnya, jika sudah pada fase ini akan mudah untuk mengatasi garis-garis ini.

Advertisements

Sebenarnya stretchmark tidak berbahaya untuk kesehatan fisik, namun dapat menyentil kesehatan mental dari penderitanya yang kesal setiap menatap stretchmarknya bahkan bisa sampai memicu terjadinya stress atau tekanan batin. Jadi jangan anggap remeh segala penyakit, karena bisa jadi terlihat sederhana namun bisa mencetuskan penyakit lainnya yang lebih berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia.

Jika ingin menghilangkannya, lakukan banyak cara dengan rutin dan teratur. Konsisten dapat menyembuhkan/menyelesaikan segala hal, cobalah berbagai minyak alami untuk menutrisi kulit untuk terhindar dari pecahnya dermis. Bisa bubuk kopi, lemon, olive oil, vitamin-e, dan lain sebagainya. Teman-teman juga bisa memperbanyak olahraga untuk melancarkan peredaran darah yang membawa nutrisi berkeliling tubuh, jangan lupa untuk dibersamai dengan minum air putih yang cukup agar terap terhidrasi.

Namun ini tak menjanjikan ya, karena semua pengobatan dengan alami tidak dapat dipastikan seberapa besar efeknya. Berbeda jenis kulit juga bisa menyebabkan perbedaan waktu penyembuhan juga hasilnya, usahakan konsultasi dengan dokter kulit untuk benar-benar menemukan solusi pemecahan masalah.

Namun bagaimana jika sudah melakukan berbagai cara, tetapi tak mendapatkan hasil yang memuaskan? Mudah saja, kita cukup bersahabat dengan segala kekurangan diri sendiri. Menutup telinga dari segala kata-kata negatif orang lain, tingkatkan kepercayaan diri dan jangan berkaca kepada orang yang dinilai lebih sempurna dari kita. Cukup jadikan mereka impian, sesekali tengok ke orang-orang yang tak seberuntung diri kita agar lama-kelamaan apapun kondisi diri dapat diterima dengan lapang dada.

Advertisements